AKULTURASI
Akulturasi merupakan sebuah istilah dalam ilmu Sosiologi dan mempunyai arti yaitu proses pengambil alihan unsur-unsur (sifat) kebudayaan lain oleh sebuah kelompok atau individu. Adalah suatu hal yang menarik ketika melihat dan mengamati proses akulturasi tersebut sehingga nantinya secara evolusi menjadi Asimilasi (meleburnya dua kebudayaan atau lebih, sehingga menjadi satu kebudayaan).
contoh nya seperti perpaduan dua budaya di Indonesia saat ajaran agama Hindu-Budha
Hasil akulturasi :
1. Bidang Sosial
Masuknya agama Hindu merubah tatanan sosial masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dengan dikenalnya pembagian masyarakat atas kasta.
2. Ekonomi
Masyarakat Indonesia telah mengenal pelayaran dan perdagangan jauh sebelum masuknya pengaruh Hindu-Budha di Indonesia. Jadi dalam bidang ekonomi pengaruh nya tidak terlalu besar
3. Sistem Pemerintahan
Sebelum masuknya Hindu-Budha, Indonesia memiliki sistem pemerintahan yang di pimpin oleh kepala suku yang dipilih karena mempunyai kelebihan tertentu dibandingkan anggota kelompok lainnya. Namun saat pengaruh Hindu-Budha masuk maka berdiri Kerajaan. Dan kerajaan itu di pimpin oleh Raja bukan kepala suku lagi dan tahta nya berganti secara turun-temurun. Raja dianggap sebagai keturuanan dari dewa yang memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja.
4. Bidang Pendidikan
Sebelumnya masyarakat Indonesia belum mengenal tulisan. Namun saat masuknya Hindu-Budha, sebagian masyarakat Indonesia mulai mengenal budaya baca dan tulis.
Bukti pengaruh dalam pendidikan di Indonesia yaitu :
- Digunakannya bahasa Sansekerta dan Huruf Pallawa dalam kehidupan masyarakat Indonesia sudah mulai di pakai Bahasa tersebut terutama digunakan oleh pendeta dan bangsawan kerajaan. Lalu mulai digunakan bahasa Kawi, bahasa Jawa Kuno, dan bahasa Bali Kuno yang merupakan turunan dari bahasa Sansekerta.
- Mulai dikenal nya juga sistem pendidikan berasrama (ashram) dan didirikan sekolah-sekolah khusus untuk mempelajari agama Hindu-Budha. Sistem pendidikan tersebut kemudian diadaptasi dan dikembangkan sebagai sistem pendidikan yang banyak diterapkan di berbagai kerajaan di Indonesia.
- Pengaruh Hindu Budha terlihat pada berkembangnya ajaran budi pekerti berlandaskan ajaran agama Hindu-Budha. Pendidikan tersebut menekankan kasih sayang, kedamaian dan sikap saling menghargai sesama manusia.
5. Kepercayaan
Sebelum masuk pengaruh Hindu-Budha ke Indonesia, bangsa Indonesia mengenal dan memiliki kepercayaan yaitu pemujaan terhadap roh nenek moyang (animisme dan dinamisme). Namun sejak masuknya agama Hindu-Budha masyarakat Indonesia mulai menganut agama Hindu-Budha walaupun tidak meninggalkan kepercayaan asli seperti pemujaan terhadap arwah nenek moyang dan dewa-dewa alam. Telah terjadi semacam sinkritisme yaitu penyatuaan paham-paham lama seperti animisme, dinamisme, totemisme dalam keagamaan Hindu-Budha.
6. Bidang Teknologi
Sebelum masuk nya agama Hindu-Budha Masyarakat Indonesia sudah memiliki budaya yang cukup tinggi. Dengan masuknya pengaruh budaya Hindu-Budha, Indonesia mempertinggi ilmu teknologi yang sudah dimiliki nya. Pengaruh tersebut terlihat pada perkembangan teknologi masyarakat Indonesia dalam bidang kemaritiman, bangunan dan pertanian.
Perkembangan kemaritiman terlihat dengan semakin banyaknya kota-kota pelabuhan berkat ekpedisi pelayaran. Bangsa Indonesia pada awalnya hanya dapat membuat sampan untuk alat transportasi mereka kemudian baru lah mulai dapat membuat perahu bercadik.
Perpaduan antara pengetahuan dan teknologi dari India dengan Indonesia terlihat pula pada pembuatan dan pendirian bangunan candi baik candi dari agama Hindu maupun Budha.
Selain itu terlihat dalam penulisan prasasti-prasastri pada batu-batu besar yang membutuhkan keahlian, pengetahuan, dan teknik penulisan yang tinggi.
Dalam bidang pertanian, tampak dengan adanya pengelolaan sistem irigasi yang baik di Indonesia. Tampak pada relief candi yang menggambarkan teknologi irigasi pada zaman Majapahit.
7. SOSIAL
- Mulai dikenal sistem demokrasi
- Tidak mengenal adanya sistem kasta
- Tidak mengenal perbedaan gologan dalam masyarakat
Merah Kekuatan, energi, hasrat, cinta, gairah, semangat. Tapi warna merah juga memiliki arti bahaya, perang, kekejaman, kekerasan, api, permusuhan, darah, dan agresif.
Merah muda (pink) Sifat kewanitaan, kasih sayang, cinta, romantis, keceriaan, dan keremajaan. Tapi bisa juga berarti naif, lemah, dan merasa kekurangan.
Oranye Kehangatan, bersemangat, ceria, keseimbangan, musim gugur. Warna ini juga digunakan untuk meminta perhatian.
Kuning. Melambangkan sinar matahari, emas, kekayaan, keberuntungan, dan juga kehidupan. Tetapi warna ini bisa juga melambangkan ketidakjujuran, pengecut, cemburu, iri hati, pengkhianatan, kebohongan, resiko, dan sakit.
Hijau. Alam, lingkungan, kehidupan, pertumbuhan, stabil, santai, kesuburan, dan harapan. Tetapi warna ini bisa juga berarti kecemburuan, nasib buruk, iri hati, dan dengki.
Biru Kepercayaan, kesetiaan, ketenangan, kedamaian, ketulusan, kesejukan, air, awan, harmoni, kebersihan, konservatif, percaya diri, dan penyembuhan. Selain itu, warna ini juga bermakna kesedihan, kedingingan, dan depresi.
Ungu (violet) Mencerminkan kebangsawanan, perubahan, dan spiritual. Bisa juga berarti kesombongan, keangkuhan, kejam, kasar, dan duka cita.
Coklat. Berarti tanah, bumi, netral, hangat, aman, dan perlindungan. Bisa juga berarti kotor, tumpul, dan membosankan.
Abu-abu. Bermakna modern, cerdas, bersih, kokoh, masa depan, dan intelektual. Bisa juga berarti umur tua, kesedihan, dan kebosanan.
Putih.Melambangkan kesucian, kebersihan, kemurnian, kesederhanaan, damai, kebaikan, disiplin, perawan, perkawinan, musim dingin, dan salju. Bisa juga bermakna kematian (budaya timur), dingin, mandul, steril, klinik, dan hampa.
Hitam. Bermakna kekuatan, keanggunan, kemewahan, misteri, kecanggihan, kemakmuran, kepuasan, pengalaman, tegas, keras, kokoh, dan sangat kuat. Tetapi memiliki makna negatif kematian (budaya barat), takut, setan, kesedihan, duka cita, marah, anonim, dan penyesalan.
klo gua paling suka warna putih & biru
klo lo apa??
Keluar Gerbang, "School Gate" Ingin Ketemu Kaka
Posted by gregorius agung suryo narindro / Category:Sabtu, 3/7/2010 | 21:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Shool Gate tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya karena meraih "tiket" ke Brasil setelah menjuarai kompetisi Nike Cup 2010. Gusti Arahman dan rekan-rekannya pun berharap bisa bertemu gelandang tim "Samba" Ricardo Kaka selama enam hari, 5-10 Agustus mendatang berada di sana.
"Maunya kami ketemu Kaka," jelas Adithitya Permana.
School Gate berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Ayam Penyet 1-0 di final Nike Cup yang digelar lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (3/7/2010). Adithiya mengaku tak menyangka bisa menang dan pergi ke Brasil."Kami enggak ada persiapan khusus mengikuti kompetisi ini. Paling cuma banyakin ngadu-ngadu sama tim lain. Kami hanya cuma berpikir orang lain bisa kenapa kami enggak bisa," jelasnya.
School Gate sendiri beranggotakan Galang Fernando, Gusti Arahman, Jumadi Abdullah, Roland Chimno, Theo Purjayanto, dan Adhitya. Mereka rata-rata satu kelas yang bersekolah di SMA 50 Jakarta Timur.
Kekompakkan mereka di lapangan pun tak perlu diragukan. Itu karena mereka telah bermain futsal bersama sudah cukup lama yaitu sejak kelas dua.
Selanjutnya, ketika ditanya asal-usul nama School Gate yang lumayan ngentrik, Adithiya mengungkapkan, "Sebelumnya kami bernama Celtic. Nah, School Gate itu berarti Gerbang Sekolah. Kami milih nama itu saat kami mau lulus."Selama di Brasil, "School Gate" akan mendapat kesempatan berlatih bersama pelatih-pelatih tim nasional Brasil selama dua hari pertama. Setelah itu, anak-anak ini akan berkeliling melihat bagaimana kultur sepak bola di sana.
